Virus yang pernah menggemparkan dunia dan juga sangat mematikan
FLU BURUNG
Pengertian Flu Burung
Flu burung merupakan flu yang ditularkan burung ke manusia. Dalam dunia medis flu burung juga dikenal dengan sebutan avian influenza. Flu burung sendiri disebabkan oleh virus H5N1 atau H7N9. Jangan terlalu menganggap remeh penyakit ini, sebab infeksi virus ini bisa berujung pada kematian bila tidak ditangani dengan tepat.
Penyebab Flu Burung
Penyebaran virus flu burung ini mulanya dari unggas (liar maupun peternakan). Namun, virus ini ini lama-kelamaan bisa bermutasi menjadi beberapa turunan. Virus yang bermutasi inilah yang akhirnya bisa menulari manusia. Beberapa golongan virus tersebut di antaranya adalah H5N1, H7N7, H9N2, H5N6, H6N1, H7N9, dan H10N8.
Dari beragam virus golongan tersebut, hingga kini hanya dua jenis yang mewabah dan menyebabkan tingginya angka kematian, yaitu H5N1 dan H7N9.
Penyakit ini sangat mudah menular, terutama bagi mereka yang berkontak langsung dengan unggas yang sudah terinfeksi. Di samping itu, penularan flu burung juga bisa melalui terhirupnya debu atau kotoran unggas sakit dan mengonsumsi daging unggas yang tak dimasak hingga matang sempurna. Dan untuk Virus ini sangat cepat menular terhadap manusia
Ini membuktikan virus ini masih bersirkulasi di wilayah Asia, termasuk Indonesia. Kita harus selalu waspada karena virus ini mampu menginfeksi manusia.
Gejala Flu Burung
Masa inkubasi virus dari masuk ke tubuh manusia sampai menimbulkan gejala adalah 3-5 hari. Jika Seseorang yang terkena Virus flu burung akan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, pegal-pegal, pilek, batuk, dan sesak. Namun sebelum gejala tersebut muncul, ada juga penderita flu burung yang terlebih dahulu mengalami:
- Muntah
- Sakit perut
- Diare
- Gusi berdarah
- Mimisan
- Nyeri dada
Pengobatan flu burung harus dilakukan secepat mungkin. Jika tidak, penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa penderitanya, seperti:
- Infeksi paru-paru.
- Acute respiratory distress syndrome.
- Gagal multi organ (misalnya gangguan jantung dan disfungsi ginjal).
Mengobati Flu Burung
seperti melansir Medical News Today, obat antiviral bisa menekan penyebaran virus dan meningkatkan hasil untuk pasien. Antivirus dapat mencegah beberapa kasus menjadi fatal. Oseltamivir (Tamiflu) harus diberikan dalam waktu 48 jam setelah gejala muncul, untuk menghasilkan efek terbaik. Namun, karena angka kematian tinggi, dokter mungkin meresepkan oseltamivir.
Dosis dan lama pengobatan akan tergantung pada seberapa parah kasusnya. Pasien dengan masalah gastrointestinal atau sistem pencernaan mungkin tidak dapat menyerap obat seefektif yang lain. Studi menunjukkan bahwa beberapa kasus mungkin resisten terhadap perawatan ini. Pasien yang didiagnosis atau dicurigai menderita flu burung atau harus tetap di rumah, atau tetap terisolasi di rumah sakit.
Selain menggunakan Tamiflu, profesional perawatan kesehatan menyarankan pasien seperti berikut ini:
- Beristirahat
- Minum banyak cairan
- Mendapat nutrisi yang tepat
- Mendapat obat untuk rasa sakit dan demam, diresepkan oleh seorang profesional perawatan kesehatan.
Komplikasi, seperti pneumonia bakteri, sering terjadi pada pasien terjangkit H5N1. Pasien-pasien ini akan membutuhkan antibiotik, dan beberapa mungkin memerlukan oksigen tambahan.


Comments
Post a Comment