Penyakit menular dan sangat mematikan jika tidak segera diobati

TBC

Banyak sekali yang salah pengertian bahwa TBC sama seperti halnya batuk biasa. Padahal, Jika batuk TBC ini lebih berbahaya ketimbang batuk biasa. Oleh karena itu, penanganan dari batuk akibat penyakit TBC (tuberculosis) berbeda penangananya dan jangan pernah dianggap biasa.



TBC ini juga dikenal dengan penyakit yang menular. Tak heran bila penyebarannya juga relatif cukup mudah dan cepat karena bisa melalui udara. Untuk penderita TBC kerap memiliki riwayat tertular dari penderita lainnya. Penyakit TBC ini menyerang paru-paru, yang disebabkan oleh basil Mycrobacterium Tuberculosis.

Pada tahun 1993, World Health Organization menetapkan TBC sebagai global emergency, pertama kalinya sebuah penyakit diberi label sedarurat itu.

Sejak itu, TBC menjadi penyebab kematian terbesar kedua secara global. Pada tahun 2015 saja, setidaknya 1,8 juta orang meninggal dunia akibat TBC. Belum lagi puluhan juta lainnya yang jatuh sakit karena TBC.

Kini, sudah banyak perkembangan di bidang medis untuk mendiagnosis dan mengobati TBC. Namun tetap penting untuk tahu cara penularan TBC dan sebisa mungkin menekan kemungkinan penularan.

Mencegah penularan penyakit TBC
bukan hanya orang yang menderita penyakit TBC saja yang harus sadar akan bahaya penularan penyakit TBC, namun kesadaran ini harus dilakukan setiap orang agar bisa terhindar dari penyakit tersebut. Bagi penderita TBC, jalani pengobatan hingga benar-benar tuntas.

Untuk menghindari penularan penyakit TBC, sebaiknya penderita melakukan beberapa hal seperti:


  • Tidur di kamar terpisah, tidak bersama dengan orang lain agar tidak menularkan penyakit tersebut
  • Memastikan kamar dengan ventilasi baik supaya tidak ada udara yang bisa keluar dari kamar
  • Menutup mulut setiap kali tertawa, Berbicara, bersin, batuk ataupun menguap
  • Membungkus tisu setelah digunakan menutup mulut sebelum membuangnya
  • Mengenakan masker
  • Memastikan pengobatan dilakukan secara rutin dan memeriksakan diri ke dokter untuk evaluasi serta terus menjaga stamina tubuh

Penularan penyakit TBC bisa terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi bakteri. Hal ini bisa terjadi setelah penderitanya batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, bahkan bernapas sekalipun.

Meski demikian, tidak serta-merta setiap orang yang menghirup udara bisa terkontaminasi kuman Tuberculosis. Semuanya tergantung dari kekebalan tubuh masing-masing orang.

Berikut gejala penyakit TBC:

1. Batuk Lebih Dari 21 Hari
Gejala paling umum dari TBC adalah batuk terus-menerus selama lebih dari 21 hari. Harus segera periksakan ke dokter untuk mengantisipasinya.
2. Batuk Darah
Batuk mengeluarkan darah merupakan salah satu gejala TBC. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala tersebut.
3. Demam
Kalau kamu demam tiba-tiba, harus waspada. Infeksi TB (Tubercle bacillus) disertai dengan demam.
4. Menggigil di Malam Hari
Selain demam, kamu juga akan menggigil di malam hari meski sedang tidak dingin. Infeksi dari bakteri TBC akan menyebabkan menggigil di malam hari.
5. Berat Badan Turun
berat badan turun terus-menerus. Hal ini bisa menjadi penanda kamu terkena TBC. Penyebabnya adanya bakteri TB yang berkembang di dalam tubuh.
6. Lemah
Penyakit TBC bisa membuat tubuhmu cepat merasa lemah. Waspadai akan hal ini.
7. Nyeri di Paru-paru
Gejala lainnya dari TBC yakni nyeri di paru-paru saat bernapas. Hal ini karena TBC merupakan penyakit yang menginfeksi paru-paru.
8. Infeksi Di Bagian Tubuh Lain
Jika terkena TBC, kamu akan mengalami infeksi di bagian perut, hati, dan otak. Segera periksakan ke dokter jika infeksi lebih dari 3 minggu.
9. Kelelahan
Gejala TBC berikutnya adalah mudah lelah. Hal ini karena daya tahan tubuh mulai melemah.
10. Warna Urine Kemerahan
Amati urine yang kemerahan atau keruh. Ini merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya.
11. Tidak Nafsu Makan

Pengobatan Tuberkulosis TBC (Tuberkulosis)
Penyakit ini dapat disembuhkan dan jarang berakibat fatal jika penderita mengikuti saran dari dokter. Prinsip utama pengobatan TBC (tuberkulosis) adalah patuh untuk minum obat selama jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter (minimal 6 bulan).

Apabila berhenti meminum obat sebelum waktu yang dianjurkan, penyakit TBC yang Anda derita berpotensi menjadi kebal terhadap obat-obat yang biasa diberikan. Jika hal ini terjadi, TBC menjadi lebih berbahaya dan sulit diobati.

Obat yang diminum merupakan kombinasi dari isoniazid, rifampicin, pyrazinamide dan ethambutol. Sama seperti semua obat, obat TBC juga memiliki efek samping, antara lain:


  • Warna urine menjadi kemerahan
  • Menurunnya efektivitas pil KB, KB suntik, atau susuk
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan saraf
  • Gangguan fungsi hati


Untuk penderita yang sudah kebal dengan kombinasi obat tersebut, akan menjalani pengobatan dengan kombinasi obat yang lebih banyak dan lebih lama. Lama pengobatan dapat mencapai 18-24 bulan.

Comments

Popular posts from this blog

Salah satu virus yang hampir sama dengan Viurs Corona

Salah satu penyakit yang tergolong sangat membahayakan dan juga bisa menyebabkan kematian

Penyakit atau Virus yang sudah mendunia yang sangat sulit untuk diobati