Virus yang sangat mematikan dan berasal dari Kelelawar

Marburg



Sebelum kita membahas lebih dalam, kita ulas dulu apa itu Virus Marburg. Dilansir dari Live Science, jika Marburg adalah virus yang masih sangat berhubungan dengan Virus Ebola. Sebab, keduanya termasuk anggota keluarga “filovirus” dan juga mengakibatkan kematian yang tinggi. Bahkan, menurut beberapa penelitian, jika tingkat kematian yang disebabkan oleh Virus Marburg ada sekitar 88%.

Virus yang mewabah di belahan Benua Afrika ini ternyata berasal dari kelelawar gengs. Lebih tepatnya yang berjenis kelelawar buah mesir atau nama ilmiahnya adalah Rousettus aegyptiacus. Hewan yang memiliki panjang sekitar enam inci ini menyimpan virusnya di dalam kotoran, air seni dan juga liurnya. Lalu mereka menyebarkan virusnya melalui gigitan buah yang sudah dimakan atau kotorannya.

Gejala yang terjangkit Virus Marburg
Awal gejala, mereka mulai merasa nyeri otot. Setelah tiga hari, seseorang dapat mengembangkan gejala gastrointestinal, termasuk mual, muntah, dan diare berat selama seminggu.
Hampir sama seperti virus Ebola, virus Marburg menyebabkan kondisi demam berdarah parah, yang meliputi gejala seperti demam tinggi dan disfungsi dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan pendarahan luar biasa.Gejala ini dimulai antara lima sampai tujuh hari setelah gejala awal Pasien juga mungkin mengalami pendarahan dari hidung, gusi dan untuk wanita, vagina.

Pengobatan Infeksi Virus
Pengobatan infeksi virus tergantung kepada jenis infeksi yang dialami pasien. Beberapa infeksi virus, seperti infeksi virus pada sistem pernapasan dan pencernaan, umumnya tidak perlu ditangani, karena gejala akan hilang dengan sendirinya. Namun demikian, dokter akan meresepkan beberapa jenis obat, tergantung gejala yang dialami pasien, seperti:


  • Antiemetik, untuk mengatasi mual dan muntah
  • Dekongestan, untuk mengobati pilek atau hidung tersumbat
  • Loperamide, untuk menangani diare
  • Paracetamol dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), untuk menurunkan demam dan mengurangi nyeri.
  • Pada kasus infeksi virus seperti flu, herpes, dan HIV, dokter dapat meresepkan obat antivirus seperti oseltamivir, acyclovir, valacyclovir, dan nevirapine. Selain itu interferon juga dapat diberikan untuk penanganan hepatitis B dan C kronis, serta kutil kelamin.


Perlu diketahui bahwa obat antivirus termasuk interferon, hanya mencegah virus berkembang dan tidak membunuh virus itu sendiri. Interferon juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti demam, tubuh terasa lemah, dan nyeri otot.

Selain itu, pasien juga akan disarankan banyak istirahat dan minum air putih. Bila diperlukan, asupan cairan dapat diberikan melalui infus.

Pencegahan Infeksi Virus
Beberapa infeksi virus dapat dicegah dengan mendapatkan vaksin yang berfungsi merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang. Vaksin diberikan melalui suntikan pada usia tertentu, sebelum seseorang terinfeksi virus. Sejumlah virus yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin, antara lain:


  • Cacar
  • Campak
  • Demam kuning
  • Gondongan
  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Human papillomavirus (HPV)
  • Influenza
  • Polio
  • Rabies
  • Rotavirus

Selain pemberian vaksin, dokter juga dapat memberikan immunoglobulin, bagian dari plasma darah yang mengandung antibodi untuk melawan penyakit. Terapi ini berguna bagi pasien yang mengalami gangguan kekebalan tubuh. Sejumlah infeksi virus yang dapat dicegah dengan pemberian immunoglobulin, antara lain adalah HIV, hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, influenza, rabies, dan infeksi Varicella zoster.

Immunoglobulin didapatkan dari darah pendonor yang sudah dipastikan sehat, terutama dari infeksi seperti hepatitis dan HIV/AIDS. Immunoglobulin kemudian akan disuntikkan ke otot atau pembuluh darah pasien. Dosis immunoglobulin yang diberikan tergantung kepada berat badan pasien. Lazimnya, dosis berkisar antara 400-600 miligram per kilogram berat badan (mg/kg) dalam satu bulan

Pada umumnya, pasien memerlukan suntik immunoglobulin tiap 3-4 minggu. Hal ini karena darah memecah immunoglobulin selama periode tersebut, sehingga pasien perlu disuntik kembali agar sistem kekebalan tubuhnya terus melawan infeksi.

Langkah lain untuk mencegah infeksi virus, di antaranya adalah:


  • Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum atau setelah beraktivitas
  • Mengonsumsi makanan yang sudah dimasak hingga matang
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi dan benda yang terkontaminasi virus
  • Menghindari gigitan serangga, seperti nyamuk
  • Menutup mulut dan hidung dengan tangan atau tisu bila batuk atau bersin
  • Melakukan hubungan seks yang aman, misalnya dengan mengenakan kondom dan setia terhadap satu pasangan.



Comments

Popular posts from this blog

Salah satu virus yang hampir sama dengan Viurs Corona

Salah satu penyakit yang tergolong sangat membahayakan dan juga bisa menyebabkan kematian

Penyakit atau Virus yang sudah mendunia yang sangat sulit untuk diobati